HOME ยป DUNIA
DUNIA
Jum'at, 02 Agustus 2013 , 18:24:00 WIB

Oktober, SIKK Punya Gedung Baru

Laporan: Widya Victoria



RMOL. Jika tak ada aral melintang, siswa-siswi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) sudah bisa menempati gedung baru yang berlokasi di Kampung Malawa, Kota Kinabalu Industrial Park, Sabah, Malaysia, pada Oktober 2013.

Project Manager gedung SIKK, Ramley, meyakinkan, proses pengerjaan gedung SIKK di atas lahan berkisar 3,95 ekar atau 1,6 hektar tersebut saat ini sudah mencapai 90 persen.

"Target selesai bulan Oktober 2013 ini, kalau kotornya bulan September," ungkapnya, saat ditemui di lokasi proyek SIKK, sesaat lalu (Jumat, 2/8).

Untuk melihat perkembangannya, Ramley yang bersama putrinya, Filazawati Ramley, kemudian mengajak wartawan Rakyat Merdeka Online untuk berkeliling di area proyek gedung SIKK. Kondisi jalan masuk hingga ke dalam area proyek masih timbunan tanah merah dan becek karena hujan dinihari tadi. Staf Konsul bidang sosial budaya Konsulat Jenderal RI untuk Sabah, Nasriansyah, pun terpaksa menggulung ujung celana panjangnya ke atas agar tidak kotor terkena lumpur.

"Itu rumah dinas guru-gurunya, comel-comel (mungil-mungil), cute. Ada tujuh rumah dinas termasuk untuk kepala sekolah," ucap Ramley sembari menunjuk bangunan perumahan berkonsep sederhana yang terletak pada bagian belakang areal gedung SIKK.

Untuk ruangan belajar SD dan SMP ditempatkan dalam satu bangunan bertingkat dua lantai. Keseluruhan bangunan bertingkat itu terdiri dari 24 ruangan kelas yang masing-masing disekat tangga. Nasriansyah mengatakan, menyusul dipersiapkan pula gedung belajar bagi siswa SMU.

Komplek ini juga dilengkapi sarana olahraga untuk futsal dan badminton, termasuk mushola. Terdapat pula ruangan laboratorium juga ruangan kepala sekolah serta guru dijadikan dalam satu bangunan bertingkat.

Berdasarkan keterangan yang tertera pada papan proyek, pengerjaan gedung SIKK sedianya rampung dalam jangka waktu 18 bulan. Jika dilihat dari awal pengerjaan pada 4 November 2011, maka pembangunan proyek yang menelan biaya lebih dari 9,3 juta Ringgit Malaysia atau Rp 28,83 miliar itu telah mengalami molor selama dua bulan.

Ramley mengatakan, pengurusan administrasi izin bangunan bertingkat membuat biaya pembangunan yang dialokasikan dari anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membengkak 1 juta Ringgit Malaysia. [ald]





BERITA LAINNYA