HOME » EKBIS
EKBIS
Jum'at, 11 November 2011 , 08:44:00 WIB

Kesiapan Pemerintah Bantu BUMN Listing Dipertanyakan





RMOL. Kondisi sejumlah perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang belum go public sangat memprihatinkan. Karena itu, pemerintah melalui Badan Pe­nga­wasan Pasar Modal dan Lem­baga Keuangan (Bapepam-LK) dinilai perlu mendorong peru­sa­haan pelat merah itu untuk se­gera melakukan IPO (Intial Public Offering).

Ketua Bapepam-LK Nurhaida menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong perusahaan BUMN untuk go public. Di antara­nya dengan penguatan governance, peningkatan jumlah emiten, peningkatan kepastian hukum serta reformasi birokrasi.

Salah satu langkah untuk me­ningkatkan jumlah emiten, ada­lah dengan melakukan sosiali­sasi dan edukasi terarah dan ter­padu tentang pasar modal, me­nye­der­hanakan persyaratan, pro­ses dan prosedur penawaran umum serta rasionalisasi ke­wajiban keter­bu­kaan informasi bagi emiten.

“Untuk mengembangkan pasar modal di Indonesia diperlukan integritas, komitmen dan kerja sama seluruh pelaku pasar mo­dal,” tandasnya.

Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai, minimnya jumlah peru­sahaan BUMN yang IPO karena Ke­men­terian BUMN belum siap.

“Kesiapan BUMN dalam IPO bukan karena perusahaannnya, tapi lebih karena proses go public di Kementerian BUMN butuh waktu yang cukup lama,” tutur Direktur Utama BEI Ito Warsito dalam seminar Memanfaatkan Capital Inflow dan Mengantisipasi Resesi Global di Jakarta, Rabu (9/11).

Sebagai informasi, memasuki kuartal ketiga 2011 belum ada BUMN yang melantai di BEI. Tahun depan, PT Semen Batu Raja dan PT Pe­gadaian segera menyusul perusa­haan pelat me­rah lainnya, untuk melempar sahamnya kepada publik.

Menurut Ito, jumlah BUMN yang mencatat saham masih re­latif minim. Dari 142 BUMN yang ada saat ini, baru 18 BUMN yang me­rupakan perusa­haan terbuka. “Ini yang harus digenjot, karena BUMN meru­pa­kan faktor penen­tu IHSG se­bagai salah satu in­dikator eko­nomi nasional,” ujar Ito.

Dia membandingkan keadaan ini dengan pemerintah Vietnam, yang mampu menggiring 265 pe­rusahaan pemerintah untuk lis­ting di pasar modal sepanjang 2006-2010.

Wakil Menteri Keuangan Ma­hendra Siregar menyatakan pri­ha­tin terhadap hal tersebut. Me­nurutnya, masih sedikit perusa­haan BUMN dan swasta yang beringinan untuk go public. [Harian Rakyat Merdeka]





BERITA LAINNYA