Mahfud Tak Usah Lirik Kendaraan Muhaimin

Saran Politisi PKB:

 MINGGU, 28 OKTOBER 2012 , 08:12:00 WIB

Mahfud Tak Usah Lirik Kendaraan Muhaimin

Mahfud MD

RMOL. Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurut sejumlah lembaga survei berpeluang besar dicapreskan disarankan tidak menggunakan PKB sebagai kendaraan politik untuk bertarung di pilpres, meski Mahfud pernah dibesarkan di PKB.   

Menariknya, saran ini justru di­lontarkan Effendy Choirie alias Gus Choi, yang dikenal sebagai politisi PKB. Kata Gus Choi, jika Mah­fud se­rius maju di PIlpres 2014 lebih baik menggandeng par­tai-partai besar.

Menurut Gus Choi, Mahfud diya­kini bakal laris manis di Pilpres 2014.  Partai mana pun bakal meli­rik­nya ter­masuk partai-partai besar. Sehing­ga, Mah­fud tidak perlu melirik PKB se­bagai kendaraan politik, meski Mah­fud pernah dibe­sarkan partai ber­basis massa Nahdlatul Ulama (NU) itu.

“Pak Mah­­­­fud ini kan laku di ma­na-mana, semua partai mau dengan Pak Mah­fud. Jadi nggak usah kha­watir dan nggak perlu melirik-lirik PKB,” kata Gus Choi di Jakarta, kemarin.

Sekadar informasi, Mahfud cukup lama meretas karier politik lewat PKB. Di era pemerintahan Gus Dur, Mahfud pernah didaulat Gus Dur tem­pati kursi Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman dan HAM.

Di PKB, Mahfud terhitung seba­gai politisi senior. Dia pernah me­nem­pati posisi Wakil Ketua Umum D­e­wan Tan­fidz DPP PKB dan Ang­gota DPR 2004-2008 sebelum ak­hir­­nya memu­tuskan berkarier seba­gai hakim konstitusi.  

Melihat segudang pengala­man yang dikantongi, menu­rut Gus Choi, Mahfud tidak perlu re­pot-repot  men­cari kendaraan untuk berta­rung di Pilpres 2014. Mah­fud, tam­bah Gus Choi, juga ti­dak perlu meli­rik PKB untuk dijadi­kan sebagai ken­daraan politik. Ala­sannya, PKB yang saat ini dipimpin Muhaimin Iskandar ti­dak seperti dulu lagi, karena per­olehan suaranya makin kecil.

“PKB itu tidak usah dihitung. PKB itu makin mengecil, tidak ada suaranya. Jadi Mahfud tidak usah men­cari partai kecil, sudah tidak sig­nifikan lagi dukungannya. Sayang kalau figur terbaik kemudian melirik partai-partai kecil, buang energi sa­ja. Karena dia laku di semua partai, Golkar, Nasdem, PDIP, Demokrat, semua melirik dia,” ujarnya.

Sebelum maju di 2014, Gus Choi me­nyarankan,  Mahfud fokusdulu di MK. Gus Choi meli­hat keberadaan Mah­fud di dunia hukum masih sa­ngat dibutuhkan.

“Se­telah sukses membenahi MK, suk­ses menampilkan MK sebagai in­stitusi hukum yang bisa me­nun­juk­kan transparansi, bisa menunjuk­kan pene­gakan keadilan, maka ke de­pan Pak Mahfud punya modal kuat me­ng­atasi persoalan bang­sa yang lebih besar dengan men­jadi cap­res,” tam­bah­nya.

Sebelumnya, Mahfud mengata­kan jika aliran dukungan makin deras untuk menjadikannya sebagai cap­res, akan memonitoring du­kungan itu dan mem­bentuk tim aka­demis untuk mem­pe­lajari duku­ngan tersebut.

“Tim ini bukan untuk me­ngipas-ngipasi, tetapi memberi pandangan ob­yektif,” kata Mahfud.  [Harian Rakyat Merdeka]


Komentar Pembaca
Musim Panen Kok Impor Beras

Musim Panen Kok Impor Beras

, 12 JANUARI 2018 , 19:00:00

Gerindra: Minta 40 Miliar? Untuk Saksi Saja 61,5 Miliar
Punggawa Golkar Di Rapat Pleno Fraksi

Punggawa Golkar Di Rapat Pleno Fraksi

, 11 JANUARI 2018 , 23:13:00

Menemui Ketua Umum

Menemui Ketua Umum

, 11 JANUARI 2018 , 04:21:00

Rapat Gabungan Persiapan Pilkada Serentak 2018