HOME ยป HUKUM
HUKUM
Senin, 27 Juni 2016 , 17:44:00 WIB

KBPPP: Polisi Hadapi Suporter Rusuh Harus Dibekali Senjata Api

Laporan: Firardy Rozy



RMOL. Keluarga Besar Putra Putri Polri atau KBPPP mengutuk keras tindakan kekerasan suporter sepak bola terhadap anggota kepolisian hingga kritis di rumah sakit.

"Kami KBPPP mengecam dan mengutuk tindakan anarkis suporter Jakmania, melakukan pidana kekerasan dan penganiayaan anggota Polri yang berpakaian dinas serta sedang bertugas," ujar Ketua Umum KBPPP, A.H Bimo Suryono, dalam jumpa pers di Kantor KBPPP, Jakarta Selatan, Senin (27/6).

KBPPP menyerukan agar aparat hukum mengambil tindakan tegas serta mengenakan ancaman pidana maksimal terhadap para pelaku.

"Tidak hanya terhadap pelaku, tapi juga kepada penyebar kebencian di media sosial," tegasnya.

Yang tidak kalah penting, sambung Bimo, orang tua pelaku harus bertanggung jawab terhadap anaknya, terutama anak di bawah umur dewasa, yang telah bertindak brutal.

Tidak hanya itu, koordinator lapangan suporter juga tidak boleh lepas tangan dari tanggung jawab.

"Orang tua dan korlap harus mendapatkan sanksi juga," harapnya.

Guna mengantisipasi peristiwa kekerasan suporter sepak bola terhadap polisi terulang, perlu ada satu anggota yang dibekali senjata api dalam satu regu.

"Anggota Polri harus siap kepandaian beladiri. Di antara petugas harus ada senpi untuk melindungi anggota yang tidak dipersenjatai. Komandan harus berani bertindak. Anggota polisi juga punya hak asasi manusia yang harus dilindungi," ucapnya.

Bimo juga berharap Komnas HAM bersikap terhadap peristiwa ini. Jangan diam mentang-mentang aparat hukum yang jadi korban kekerasan.

"Komnas HAM jangan diam, harus bersikap, jangan sampai aparat mati konyol," tegasnya. [ald]





BERITA LAINNYA