HOME » NUSANTARA
NUSANTARA
Sabtu, 12 Agustus 2017 , 20:37:00 WIB

Korban Agen Umrah First Travel Minta Uang Dikembalikan

Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone



RMOL. Dugaan penipuan yang dilakukan oleh agen umroh PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel semakin berkembang. Salah satu korban bernama Ayu mengungkapkan bahwa ia merasa tertipu karena sudah tiga kali dijanjikan berangkat ke Tanah Suci oleh agen tersebut.

Kisah bermula saat Ayu mendaftarkan diri untuk pergi umroh melalui agen First Travel di Depok pada 2015 lalu melalui teman sekantornya.

"Pertama saya kenal First Travel ya, dulu teman sekantor sudah jadi agen First Travel, saya sempat mencari untuk Umroh sekeluarga dan beliau mengiming-imingi fasilitas dan harga murah, beliau menunjukkan testimoni-testimoni via instagram dan saya tertarik," kata Ayu dalam sambungan telepon di diskusi bertema 'Mimpi dan Realitas First Travel' di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Warga Tangerang ini kala itu mendaftarkan diri untuk dirinya sekeluarga berjumlah empat orang dengan masing-masing biaya Rp 14.500.000 belum termasuk PPN 10 persen.

"Sekeluarga empat orang. Langsung bayar, kalau dicicil itu berangkatnya makin lama lagi. Dijanjikan berangkat 2016 maret pertama kali," jelasnya .

Setelah membayar, Ayu dan keluarga kembali dijanjikan akan diberangkatkan ke tanah suci lebih awal, yakni Januari 2016, maka itu mereka diminta untuk mengikuti manasik umrah.

Namun kenyataannya, dengan alasan kelebihan kuota, First Travel malah kembali memundurkan jadwal keberangkatan Ayu dan keluarga menjadi bulan Maret.

"S‎eneng donk, kita dikasih batik, seperti itu. Sudah selametan juga. M‎aret 2016 yang terjadi diundur dengan alasan kuota penuh, kalau mau cepet nambah uang lagi dengan alasan untuk carter pesawat, dipastikan berangkat tidak diundur lagi," ujarnya.

Ayu menyayangkan, ternyata angin surga yang dijanjikan oleh agen itu hanyalah sebuah janji, hingga detik ia dan keluarganya tak kunjung berangkat ke tanah suci.

"Sampai saat ini belum berangkat, sudah tiga kali lebih ditunda-tunda, padahal kita sudah dapat tanggal fix pada agen First Travel, karena sudah dekat dikirim koper, sebulan sebelum berangkat dikirim koper," tandasnya.

Ayu mengeluhkan, dirinya kecewa berat karena pengurusan umrahnya ini telah banyak mengorbankan waktu dan pekerjaannya.

Ia pun berharap agar uang yang semua disetornya ke First Travel bisa dikembalikan utuh.

"Kalau udah nggak percaya gini, maunya di-refund (dikembalikan uang). Tapi harus nunggu tiga bulan, buat kita jadi buah simalakama. Saya juga bingung. K‎alau mau daftar tempat lain juga akan lama lagi. Saya merasa ditipu karena sudah dijanjikan berkali-kali," pungkas Ayu.

Polisi telah berhasil menangkap pasangan suami-istri pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari di Jakarta, baru-baru ini. Keduanya disangkakan Pasal 55 jo Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan serta UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. [rus] 





BERITA LAINNYA