HOME ยป NUSANTARA
NUSANTARA
Kamis, 14 September 2017 , 10:32:00 WIB

Kemendagri Akui Ada KTP Elektronik Yang Terkelupas

Laporan: Ruslan Tambak


RMOL. Kementerian Dalam Negeri mempersilahkan masyarakat pemilik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang rusak karena berbagai alasan untuk menggantikannya yang baru.

"Bila ada KTP-el rusak silahkan datangi Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil setempat untuk minta diganti. Saat ini blanko tersedia cukup karena lelang sudah berjalan," kata Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/9).

Zudan mengakui dari 175 juta lebih KTP-el yang sudah dicetak, ada beberapa diantaranya yang mengalami kerusakan, seperti mengelupas yang disebabkan oleh beberapa faktor. Namun diyakini jumlahnya tidak banyak.

"Kami akui ada yang rusak atau mengelupas, tapi jumlahnya tidak banyak. Karena ini bisa kita ketahui dari permohonan penggantian KTP-el karena rusak, belum tentu dalam setiap hari ada yang meminta ganti KTP-el karena rusak," jelas Zudan.

Kerusakan KTP El itu, diduga Zudan, karena human eror saat mencetak yang tidak memperhatikan suhu printer. Ia menyebutkan, pencetakan KTP-el disyaratkan dengan suhu printer antara 160-170, dan ini dapat dilihat di layar printer. Suhu printer ini sangat berpengaruh bagi kualitas blanko teresebut. Suhu tersebut harus benar-benar pas, tidak boleh lebih atau kurang.

"Jika suhu printer kurang dari yang disyaratkan mengakibatkan laminating pada kartu akan cepat mengelupas, jika suhu printer lebih dari yang disyaratkan dapat mengakibatkan kartu KTP-el akan melengkung," ungkap Zudan.

Zudan menambahkan Dukcapil Kemendari sudah melakukan penyebaran blanko KTP-el di seluruh daerah di Indonesia. Seperti misalnya, Tuban ada 2.476 keping blanko, kemudian sisa blangko di Kota Bandung 2.100 keping, Kota Surabaya ada 4.510 keping.

Mengenai banyaknya aduan yang KTP-el yang proses percetakannya lama, Zudan mengatakan hasil sidak menunjukan ada yang tidak nyambung dalam komunikasi antara dinas dengan masyarakat pemohon. Sebab kenyataannya, menurut Zudan, di kantor Dinas Dukcapil banyak KTP-el yang sudah dicetak dan belum diambil.

"Ketika dihubungi masyarakat tersebut sudah pindah ke luar kota, kemudian ada yang mengecek di kecamatan, padahal pencetakan itu ada di dinas kabupaten. Komunikasi ini tentu harus dibangun oleh para kepala dinas. Tapi selama ini sudah ada pengumuman sampai ke desa-desa blangko KTP El yang sudah dicetak," pungkas Zudan. [rus]





BERITA LAINNYA