HOME » KEMENTERIAN PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
Kamis, 14 September 2017 , 10:34:00 WIB

Tebu Amphibi, Inovasi Balitbantan Kementan Yang Adaptif Lahan Kering

Laporan: Rangga Darmawan Harahap



RMOL. Indonesia mengedepankan mitigasi dan adaptasi dalam rangka menyiasati perubahan iklim. Kebijakan tersebut juga dilakukan 77 negara lain plus China.

Implementasinya pada sektor agraria. Pemerintah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan uji coba varietas amphibi, seperti impago dan impari yang adaptif dengan lahan kering.

"Namun, saat ini kita sedang uji coba beberapa varietas amphibi yang nantinya dapat adaptif pada waktu musim kering maupun hujan," ujar Kepala Balitbangtan Kementan, Muhammad Syakir, sela Seminar Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Adapun salah satu hasil temuan dan inovasi Balitbangtan terkait dan segera diluncurkan adalah varietas tebu amphibi dengan rendemen 12 persen.

"Dan produktivitas 120 ton per hektare," sambung peraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Varietas ini dikembangkan dalam rangka mengejar ketertinggalan dalam pemenuhan produksi tebu.

Syakir menambahkan, Balitbantan Kementan terus berinovasi menciptakan varietas-varietas amphibi, mengingat sektor pertanian merupakan usaha budidaya tumbuhan yang sangat tergantung pada kondisi iklim.

Isu perubahan iklim, sambungnya, mulai terangkat sejak awal abad 19 serta mulai dirasakan dampaknya, terutama di wilayah-wilayah subtropis. Sedangkan di wilayah tropis mulai dirasakan di awal abad 20.

"Dampak iklim yang paling dirasakan khususnya di sektor pertanian Indonesia adalah naiknya suhu udara, tidak tepatnya waktu hari hujan dan kering, serta serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) yang tidak terpetakan," tutup peraih Satyalencana Karya Satya XX ini.[wid]





BERITA LAINNYA