HOME ยป POLITIK
POLITIK
Kamis, 14 September 2017 , 13:11:00 WIB

Fahri Hamzah: Surat DPR Ke KPK Tidak Langgar Etika

Laporan: Hendry Ginting



RMOL. Langkah pimpinan DPR berkirim surat ke pimpinan KPK terkait permintaan penundaan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el, dinilai tidak melanggar etika.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Kamis (14/9), menyikapi kecaman banyak pihak kalau surat yang ditandatangi Wakil Ketua DPR Fadli Zon tersebut mengintervensi penanganan kasus hukum Setya Novanto.

Fahri menegaskan berkirim surat  sering dilakukan oleh DPR untuk meneruskan aspirasi dari masyarakat.

"Bukan hal baru dan tidak melanggar etika, karena itu meneruskan aspirasi sifatnya. semua orang bisa membuat aspirasi. Mungkin Pak Novanto menulis aspirasi lalu diteruskan (ke meja Fadli Zon)," kata Fahri, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/9).

Fahri mengatakan DPR memiliki mekanisme untuk meneruskan surat yang masuk, terutama terkait aspirasi dari masyarakat. Lalu, setiap aspirasi yang masuk diteruskan ke meja pimpinan DPR sesuai dengan bidangnya masing-masing.

"Macam-macam aspirasi, aspiras masyarakat, aspirasi LSM, di bagian Sekjen itu dipilah kalau aspirasi soal Kesra ke meja saya, kalau aspirasi Polhukam ke meja Pak Fadli. Setiap surat masuk ke meja sekjen lalu dipilah, lalu kemudian diteruskan. Kalau diteruskan kemudian yang mengirim Sekjen," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengakui, menandatangani permintaan atas penundaan pemeriksaan ketua umum Partai Golkar tersebut. [rus]





BERITA LAINNYA