HOME ยป NUSANTARA
NUSANTARA
Kamis, 14 September 2017 , 13:36:00 WIB

Polisi Temukan Mobil Korban Pasutri Yang Dibunuh Sopirnya

Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone



RMOL. Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan dalam kasus pembunuhan terhadap pasutri Husni Zarkasih (58) dan Zakiya Husni Masrur (53).

Mereka dibunuh dan dibuang ke sungai oleh tiga pelaku, yakni AZ, EK, dan SU. Ketiganya ditangkap di Grobokan, Jawa Tengah. Salah seorang pelaku ditembak mati karena melawan saat ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, saat ini penyidik dari Polda Metro Jaya masih berada di Jawa Tengah untuk mendalami kasus itu.

"Penyedik masih ada di sana. Dan setelah dicari tidak ada nanti segera mungkin akan kembali ke Jakarta," katanya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Emas, brankas yang isinya uang dan mobil korban diambil oleh pelaku. Saat ini, lanjut Argo, polisi sudah masih mengejar identitas penadah barang bukti emas yang dijual melalui broker itu.

"Iya itu penjualannya menggunakan broker di Kota, penadahnya ada di Kudus. Belum ditemukan masih kita cari. Untuk penjualan emas diduga milik dari korban. Masih ditangani kepolisian," jelasnya.

Barang bukti berangkas, kata Argo, masih dalam pencarian. Soalnya pelaku membuang berangkas itu di sungai yang sama. Untuk itu, pihaknya belum mengetahui secara pasti apa isi berangkas itu.

"Sedang di cari di purbalingga dan dekat mayat itu," imbuhnya.

Untuk mobil, tambah Argo, polisi sudah menemukan. Kata dia, ketika terjadi perampokan, pelaku sempat mengambil KTP, SIM dan BPKB mobil korban. Mobil itu pun rencananya bakal dijual ke Kerobokan.

"Tersangka menawarkan mobil korban di Kerobokan itu. Seseorang di Kerobokan itu ke Polres akhirnya untuk mengecek keaslian surat-surat mobil. Saat dilakukan pengecekan di Polres betul surat-suratnya. Tapi kan polisi sudah ada info bahwa ada kejadian perampokan itu. Dan kita dapat barbuk itu. Dan rencananya besoknya akan dilakukan pembayaran di tawar 120 juta waktu itu," tandasnya. [sam]





BERITA LAINNYA