HOME ยป NUSANTARA
NUSANTARA
Kamis, 12 Oktober 2017 , 16:33:00 WIB

Petugas PLN Gadungan Dapat Rp 10 Juta Dari Pemasangan Token Di 18 Rumah

Laporan: Rangga Darmawan Harahap



RMOL. Aparat Subdit 2 Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap Dirman (31), pelaku penipuan yang mengaku sebagai petugas Perusahan Listrik Negara (PLN).

"Pelakunya tunggal berinisial DR, dia mengaku sebagai petugas PLN dengan menunjukkan surat tugas palsu pada calon korbannya, tersangka juga pakai id card dengan simbol instansi PLN," kata Kepala Subdit Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar I Gede Nyengnyeng di Polda Metro Jaya, Kamis (12/10).

Gede mengatakan, sebelum melakukan aksinya, Dirman melakukan survei ke rumah calon korban yang masih menggunakan KWH meteran lama. Setelah itu, Dirman kemudian menawarkan kepada calon korban untuk bisa mengganti dengan KWH prabayar atau token.

"Modusnya dia datangi korban, bila saat dilihat rumah calon korban masih pakai meteran lama, ditawarkan diganti jadi model meteran baru yang sesuai kondisi yang ditetapkan PLN," katanya.

Apabila ada warga yang ingin mengganti dengan KWH meter prabayar, pelaku meminta sejumlah uang pemasangan sebesar Rp 850 ribu dan biaya asuransi sebanyak Rp 450 ribu.

"Calon korbannya lalu diminta duit ganti meteran baru ditambah uang asuransi yang jumlahnya Rp 450 ribu sampe Rp 1,5 juta," kata dia

Dari hasil pemerikaaan, kata dia, Dirman sudah melakukan penipuan tersebut di 18 rumah warga di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

"Terjadi dari bulan Agustus sampai Oktober 2017, TKP Jakpus dan Jakbar. Jakpus ada 13 TKP, 13 korban. Jakbar 5 korban 5 TKP," kata Gede.

Selama menjalankan aksinya, Dirman mengaku mendapatkan keuntungan hampir sebesar Rp 10 juta.

"Dari 18 korban itu, pelaku sudah kumpulkan duit Rp 10 juta, untuk cek kepastiannya bisa ditanyakan langsung ke tersangka," kata Gede.

Penangkapan Dirman dilakukan setelah polisi menerima laporan dari seorang karyawan PLN bernama Sugeng Widodo pada 18 September 2017. Setelah mendalami laporan tersebut, polisi membekuk Dirman di sebuah rumah kontrakan di Jalan Melati Kosan, Pondok Gede, Duren Jaya, Bekasi Timur pada Senin (9/10).

Atas perbuatannya itu, Dirman dijerat Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.[san]





BERITA LAINNYA