HOME ยป HUKUM
HUKUM
Kamis, 12 Oktober 2017 , 17:37:00 WIB

Pencegahan Istri Andi Narogong Ditambah Enam Bulan Lagi

Laporan: Lilis Varwati



RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan tindak pencegahan ke luar negeri atas dua saksi kasus pengadaan KTP elektronik (E-KTP).

Dua saksi adalah Raden Gede; dan istri terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, Inayah.

"Dalam proses penyidikan kasus KTP Elektronik dengan tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo), KPK mengirimkan kepada Ditjen Imigrasi tentang pencegahan ke luar negeri terhadap Inayah dan Raden Gede," kata jurubicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/10).

Pencegahan itu terhitung sejak 4 Oktober 2017 dan berlaku untuk enam bulan. Febri menjelaskan bahwa landasan hukum pencegahan ke luar negeri adalah Pasal 12 ayat (1) huruf b UU KPK.

"Penyidik membutuhkan keterangan para saksi tersebut dalam penyidikan ini. Dan jika dibutuhkan, yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri," imbuhnya.

Sebelumnya, Raden dan Inayah juga pernah dicegah oleh KPK mulai dari 16 April 2017 selama enam bulan.

Terkait dengan kasus E-KTP, hari ini juga KPK telah memeriksa dua orang saksi untuk tersangka Anang Sugiana. Mereka adalah Direktur PT Noah Arkindo, Frans Hartanto Arief; dan pengusaha, Dedi Prionono, yang merupakan kakak kandung Andi Narogong.

"Hari ini juga diagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi dari pihak swasta. Penyidik terus mendalami informasi transaksi keuangan selain aspek pengadaan dan penganggaran dalam kasus ini," terang Febri. [ald]





BERITA LAINNYA