HOME ยป KEMENTERIAN PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
Kamis, 12 Oktober 2017 , 17:59:00 WIB

Kementan Lepas Ekspor 30 Ton Bawang Merah Dari NTT Ke Timor Leste

Laporan: Elitha Tarigan



RMOL. Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor perdana bawang merah ke Timor Leste di Pos Lintas Batas Motamasin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/10).

Pelepasan ekspor 30 ton bawang merah dilakukan di perbatasan RI-Timor Leste. Yang melepas adalah Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur sekaligus Penanggung Jawab Program Upaya Khusus (Upsus) Provinsi NTT, Ani Andayani, mewakili Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Sedangkan dari pihak Timor Leste hadir Menteri Pertanian dan Perikanan yang diwakili Dirjen Peternakan Democratic Republic of Timor-Leste, Joanita Dakosta Jong.

Melalui sambungan telepon, Menteri Amran mengatakan, ekspor bawang merah adalah hasil kerja nyata Kementan dalam mengimplementasikan Nawacita pemerintahan Jokowi-JK, yakni membangun negara dari pinggiran. Kesejahteraan masyarakat pedesaan, termasuk yang ada di wilayah perbatasan, akan meningkat karena ekspor bawang merah.

"Pendekatannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan pertanian di wilayah perbatasan dan meningkatkan kualitas pertanian sehingga dapat bersaing dengan negara-negara tetangga," kata Amran.

Ani Andayani menjelaskan, bawang merah yang diekspor hari ini diproduksi oleh petani Kabupaten Malaka dan Belu, NTT. Bawang merah diangkut melalui kontainer, di mana tiap kendaraan mengangkut sekitar 5 ton. Di tahun 2017, ekspor bawang merah ke Timor Leste direncanakan berjumlah 200 ton yang dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan negara tetangga itu.

"Pengembangan bawang merah di NTT terencana 200 hektare dari potensi lahan 3.000 sampai 4.000 hektare. Meski baru diimplementasikan beberapa bulan silam, namun produktivitasnya cuma tinggi, mencapai 16 ton per hektare. Kelebihan Malaka adalah perolehan airnya cukup," kata Ani.

Menurut Ani, tingginya produktivitas tersebut berdampak terhadap persentase kontribusi Malaka terhadap total produksi bawang merah di NTT, yang mencapai 20 persen (500 ton). Sedangkan di tingkat nasional, kontribusi NTT baru 0,16 persen.

Sejak 2016, Indonesia sudah mengekspor bawang merah. Tetapi volumenya melonjak drastis pada 2017 dengan kualitas tinggi. Bawang merah Malaka dan Belu telah mengantongi sertifikat dari Badan Karantina Kementan, jenis organik, memenuhi standar, dan layak ekspor.

Selain bawang merah, komoditas pertanian lain yang berpeluang diekspor dari wilayah perbatasan adalah jagung, kacang hijau, jambu mete, babi dan unggas. Khusus untuk unggas, saat ini kebutuhan unggas dan produk unggas Timor Leste masih dipenuhi oleh impor dari Brazil yang memakan waktu 6 bulan dalam perjalanan.

"Di sisi lain secara riil Indonesia saat ini sudah surplus untuk unggas dan produk unggas. Untuk mendorong ekspor unggas (DOC) dan produk unggas, dalam rangkaian kegiatan ini juga ada penandatanganan Technical Agreement oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan RI dengan Direktur Jenderal Peternakan Timor Leste," tuturnya. [ald]





BERITA LAINNYA