HOME ยป MENUJU PERADABAN
MENUJU PERADABAN
Jum'at, 13 Oktober 2017 , 08:25:00 WIB

Oman Di Tengah Kemelut Sengketa Arab Saudi Versus Qatar

Oleh: Jaya Suprana



DARI peta wilayah tampak jelas bahwa Arab Saudi tidak memiliki akses  langsung ke Samudera Hindia. Daratan di semenanjung Arab yang langsung terbuka ke Samudera Hindia secara geopolitik masuk ke dalam wilayah Yemen, Uni Emirat Arab, dan Oman.

Geopolitik


Akibat kondisi peta geopolitik tersebut, maka dapat dimengerti bahwa kesultanan Oman potensial memetik keuntungan dari sengketa Qatar dengan Arab Saudi beserta para sekutunya.

Dermaga di kota pelabuhan Sohar di musim panas 2017 mendadak menjadi ramai penuh kesibukan yang meningkat sampai dengan 30 persen ketimbang kelaziman. Pelabuhan Sohar mendadak menjadi pintu gerbang samudera baru bagi Oman menyaingi pelabuhan Jebel Ali di Dubai yang termasuk wilayah Uni Emirat Arab sebagai sekutu Arab Saudi melawan Qatar.

Ketika Arab Saudi mencekal pesawat terbang Qatar Airways masuk ke angkasa wilayah Arab-Saudi segera pesawat terbang Oman Airlines disewa kerajaan Qatar untuk menjemput warga Qatar yang terdampar di Riyadh setelah Arab Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.

Demikan pula investasi Qatar di Aman ikut meningkat. Hubungan persahabatan antara Qatar-Oman meningkat menjadi hubungan kekeluargaan yang makin akrab namun dianggap sebagai hubungan persengkokolan untuk melawan Arab Saudi oleh kerajaan Arab-Saudi.

Mirip hubungan antara Indraprasta dan Dwarka ketika menghadapi perang Bharatayudha melawan Hastinapura .

Menguntungkan


Oman tidak bisa menyangkal fakta jalinan hubungan persengkokolan dengan Qatar namun tetap berupaya tampil manis agar jangan terlalu menyakiti perasaan Arab Saudi.

Sultan Aaboos sebagai sang penguasa kesultanan Oman masa kini memang sudah selalu berupaya untuk tidak terlalu menggantungkan kepentingan negerinya kepada kekuasaan kerajaan Arab Saudi. Antara lain Oman gigih menolak ambisi Arab-Saudi membentuk kurensi tunggal di semenanjung Arab masa kini yang tentu berada di bawah kekuasaan kendali Arab Saudi .  

Seperti Qatar, Oman juga menjalin hubungan politik-ekonomi cukup akrab dengan Iran sebagai musuh bebuyutan Arab Saudi. Maka bukan sesuatu hal yang mustahil bahwa pada suatu hari Arab-Saudi akan frontal memusuhi Oman.

RRChina

Di sisi lain Oman telah menjalin kerja sama ekonomi dengan RRChina yang mutakhir memberi hutang sebesar 3,6 miliar dolar AS untuk pembangunan infrastruktur di kesultanan Oman.

RRChina telah melakukan investasi skala gigantis di kawasan industri dan pelabuhan Kota Duqm di pantai barat Oman sehingga kini sudah tampak seolah seperti sebuah Chinatown di Oman akibat banyaknya warga China bermukim di sana.

Memang de facto, kini terkesan bahwa sengketa Qatar-Arab Saudi menggiring Qatar untuk makin dekat dengan Oman sehingga memang secara ekonomis terkesan menguntungkan Oman.

Namun apabila sengketa Qatar-Arab Saudi dan para sekutunya terus memuncak maka dikuatirkan suasana geopolitik akan memanas sehingga mencapai suatu titik balik yang akan merugikan stabilitas politik di Timur Tengah yang jelas tidak akan menguntungkan pihak mana pun, termasuk Oman. [***]

Penulis adalah pembelajar geopolitik dunia kontemporer





BERITA LAINNYA