HOME » POLITIK
POLITIK
Jum'at, 13 Oktober 2017 , 09:32:00 WIB

Kuda Jokowi Dirampas Negara





RMOL. Masih ingat dengan dua kuda jenis Sandalwood yang diterima Presiden Jokowi dari bupati Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur? Kuda itu sempat dipelihara meski sudah dilaporkan ke KPK. Namun, komisi antirasuah akhirnya memutuskan kuda tersebut masuk kategori gratifikasi dan harus diserahkan ke negara.

Dua kuda jenis Sandalwood berwarna cokelat tua ini diterima Presiden 25 Juli 2017. Istana melaporkannya ke KPK 22 Agustus 2017. Kedua kuda jantan ini berusia 7 tahun dan ditaksir nilainya mencapai Rp 70 juta. "Dua ekor kuda dari Nusa Tenggara, nilainya sekitar Rp 70 juta. Sudah ditetapkan menjadi milik negara 25 September 2017. Pemeliharaan dilakukan di Istana Bogor," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono.

Menurut Giri, sebenarnya Presiden hendak mengembalikan pemberian warga NTT, kala itu. Cuma, Jokowi merasa tak enak untuk mengembalikan secara langsung. Selain Jokowi, tambah Giri, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto juga telah melaporkan pemberian dua kuda jenis Sandalwood kepada KPK.

Dia mengimbau, bagi pejabat negara yang menerima hadiah segera melaporkan ke KPK. "Presiden telah menjadi teladan pelaporan gratifikasi. Pelaporan gratifikasi pemberian kuda kali ini sekaligus menekankan bahwa yang wajib melaporkan gratifikasi adalah pegawai negeri atau penyelenggara negara, termasuk TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan lainnya," pinta Giri.

Di luar itu, Giri menambahkan, sampai dengan 30 September 2017 gratifikasi yang telah ditetapkan milik negara sebesar Rp 113,4 miliar. Barang-barang gratifikasi yang dilaporkan itu di antaranya jam tangan mewah, berlian, pulpen mewah, kuda, lukisan, elektronik, tiket perjalanan, voucher dan sebagainya.

Sebelumnya, Bupati Sumba Barat Daya NTT Markus Dairo Tallu memberi hadiah dua ekor kuda Sandalwood. "Ini bentuk penghargaan kami kepada Bapak Presiden Jokowi, karena orang nomor satu di republik ini sudah berkenan berkunjung ke Pulau Sumba. Kami kirimkan dua ekor kuda Sandalwood kepada bapak Presiden Jokowi. Sebelumnya hanya satu tetapi kami berikan satu lagi karena beliau sudah memberikan kami bantuan berupa sejumlah alat-alat pertanian," terangnya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengungkapkan, dua kuda Jokowi saat ini masih berada di Istana Bogor. Sebagai penyelenggara negara, menurut Bey, Presiden memang harus melaporkan kuda-kuda hasil pemberian tersebut. "Karena Pak Jokowi sebagai penyelenggara negara, maka kuda-kuda dilaporkan sesuai perundangan-undangan berlaku," tutur Bey.

Di media sosial, warganet mengapresiasi Presiden Jokowi. "Contoh yang sangat bagus dan perlu dicontoh oleh penyelanggara negara yang lain," puji @a9us_ kurn1a disambut @harolaw. "Ini baru namanya pejabat yang benar." Akun @paskalispardosi menimpali. "Luar biasa Presidenku ini bah. Big respek Pak." Sementara, @leomandagi menilai ini dilema. "Kasihan. Orang-orang itu ngasihnya dengan ketulusan hati dari segala kekurangan mereka tanpa mengharapkan balasan," sebutnya.

Ada pula pembaca yang bercanda seperti akun @swartan58. "Lain waktu ada yang kasih hadiah sepuluh ekor buaya, sepuluh ekor harimau, sepuluh ekor ular piton, biar jadi milik negara dan ditaruh di depan istana buat jaga kalau ada yang demo hehehe," tulisnya, disambut saran @asmbuhmumet. "Berikan saja ke Taman Safari."

Sementara @idees menyarankan, mestinya ditolak dari awal. "Waktu dikasi seharusnya ditolak Pak. Beri alasan yang jelas, si pemberi pasti memaklumi. Kalau gini namanya mengecewakan. Ayo kembalikan aja Pak, daripada pemberian orang dikasih ke orang lain," ungkap dia, dibalas @jk4ever. "Kalau ditolak tidak elok dong, ada etika juga yang harus dilihat di sini Pak Jokowi sudah betul melaporkan ke KPK, dan pihak pemberi pasti memaklumi," katanya.

Di Twitter, akun @Gyoucancallme mengomentari Jokowi. "Sadis deh. Mentang-mentang Pak @jokowi kurus. Dikasih kudanya juga yang kurus," cuitnya.

Sementara ada yang nyinyir. "KPK Urus korupsi Hambalang dan ribuan kasus korupsi itu lebih penting bukan urus kuda dari NTT," kicau @DedieRuji serupa dengan @TeguhHar77. "Kalau utang jokowi untuk siapa? Yang nanggung siapa? Dapat kuda saja diberitakan." Sedangkan akun @ronywiranto.s.se menimpali. "Dilelang. Hasilnya buat bayar utang Rp 4000 triliun," cuitnya. ***





BERITA LAINNYA